cerita berita dan kliping informasi

Senin, 07 September 2015

SIARAN PERS; Pemda Diminta Bersama Masyarakat Padamkan Api Sumber Kabut Asap

SIARAN PERS
Pemda Diminta Bersama Masyarakat Padamkan Api Sumber Kabut Asap

SIARAN PERS

Pemda Diminta Bersama Masyarakat Padamkan Api Sumber Kabut Asap

Pemerintah daerah harus berada di tengah-tengah masyarakat untuk mengatasi bencana kabut asap yang menerpa wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. 

Presiden Joko Widodo meminta kepekaan gubernur, bupati dan walikota di daerah bencana asap untuk tetap berada di tengah masyarakat dan melaksanakan kegiatan mendesak memadamkan sumber api. "Pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan masyarakat agar mengerahkan segala kemampuan untuk memadamkan api secepatnya dan menjaga keselamatan dan kesehatan warga ," kata Presiden Joko Widodo dalam arahannya dalam Rapat Terbatas di Jakarta (04/09/2015). 

Rapat Terbatas dihadiri Panglima TNI, KSAD, KSAL, KSAU, Mendagri, Men ESDM, Ka. BNPB
dan Sekjen Kemhut. Dalam rapat tersebut Presiden juga mengajak masyarakat berpartisipasi untuk memadamkan api. 

Setelah masa darurat kabut asap reda, Presiden meminta pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri dan masyarakat bekerja sama untuk sesegera mungkin membuat terobosan solusi permanen untuk mengatasi bencana asap. Sumber api penyebab asap yang menutup langit telah mengganggu aktivitas warga harus dimatikan selamanya. "Sudah saatnya kebiasaan land clearing tidak boleh dilakukan dengan pembakaran. Land clearing yang mau gampangnya saja dengan pembakaran bila terbukti ada pelanggaran hukum harus dilakukan penegakan hukum yang terukur," kata presiden.  

Pemerintah telah berupaya terus menurunkan jumlah titik-titik kebakaran. Terhitung sepanjang Januari-September 2015 tercatat penurunan jumlah titik api. Dibandingkan dengan kondisi yang sama di tahun 2014, jumlah titik api telah turun 52-58 %. Namun demikian perlu kewaspadaan penuh mengingat kemarau yang masih panjang, bencana asap akan mencapai puncaknya pada bulan September hingga Oktober.

Dalam jangka pendek pemerintah memanfaatkan model hujan buatan dan pemadaman dari udara dan dari darat. Saat ini jumlah pesawat yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman terdiri atas Riau (1 pesawat, 3 helikopter), Sumatera Selatan (1 pesawat, 2 helikopter), Kalimantan Barat (1 pesawat, 1 helikopter dan 1 Camov), Kalimantan Tengah (2 helikopter dan 1 unit MI-171), Kalikantan Selatan (1 unit Camov), Jambi (2 unit MI-8  dan Superpuma).

Presiden Joko Widodo juga telah menugaskan Panglima TNI untuk membantu mengerahkan upaya tambahan pesawat TNI dan personilnya. Untuk kementerian dan lembaga terkait, Presiden Joko Widodo meminta untuk berkonsentrasi dan mengerahkan program kerja pemerintah ke provinsi terdampak. Beberapa program pemerintah akan disesuaikan dengan kondisi daerah bencana asap.

Jakarta, 04 September 2015
Tim Komunikasi Presiden/ Kantor Staf Presiden

Teten Masduki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Di Komen gan ,.. baris yang rapi yaa